Scroll untuk baca artikel
Press Release

Bawaslu Kepulauan Yapen Implementasikan Program ‘Jumat Sehati’ melalui Pembinaan Mental Spiritual

174
×

Bawaslu Kepulauan Yapen Implementasikan Program ‘Jumat Sehati’ melalui Pembinaan Mental Spiritual

Sebarkan artikel ini

KEPULAUAN YAPEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Yapen berkomitmen untuk tidak hanya memperkuat aspek pengawasan pemilu secara teknis, tetapi juga memperkokoh fondasi moral dan spiritual seluruh jajarannya. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya kegiatan Pembinaan Mental Spiritual yang dikemas dalam bentuk Ibadah Oikumene dan Tausiah, bertempat di lingkungan kantor Bawaslu Kabupaten Kepulauan Yapen pada Jumat (11/09/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari Surat Edaran Bawaslu Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyampaian Program “Jumat Sehati” (Sehat Rohani dan Jasmani) serta “Jumpa Berlian” (Jumat Pagi Bersih Lingkungan). Melalui instruksi pusat tersebut, Bawaslu Yapen menginisiasi agenda rutin yang bertujuan menjaga keseimbangan antara profesionalitas kerja dan kesehatan mental-spiritual para pengawas pemilu.

Dalam ibadah yang berlangsung penuh khidmat ini, Bawaslu Yapen menghadirkan Pelayan Firman, Pendeta Amida Korwa, S.Th., M.Ag., yang merupakan anggota Majelis Pekerja Sinode Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua. Dalam khotbahnya, Pendeta Amida menggarisbawahi pesan mendalam yang diambil dari kitab Yakobus 1 ayat 22, yang berbunyi: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”

Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan nafas kerja Bawaslu. Sebagai lembaga pengawal demokrasi, seluruh pimpinan dan staf dituntut untuk tidak hanya memahami regulasi dan aturan hukum (sebagai “pendengar”), tetapi juga wajib mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran dan keadilan tersebut dalam tindakan nyata di lapangan (sebagai “pelaku”). Integritas bukan sekadar slogan, melainkan buah dari iman yang dipraktikkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Yapen, Herold M. Jandeday, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pelayan Firman dan seluruh staf yang hadir. Dalam arahannya, Herold menegaskan bahwa pembinaan spiritual ini adalah kebutuhan dasar organisasi.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Ibu Pendeta Amida Korwa atas pelayanan firman-Nya. Ibadah ini adalah bagian integral dari Pembinaan Mental Spiritual sesuai amanat SE Bawaslu Nomor 32 Tahun 2025. Di Bawaslu Yapen, kami menerjemahkan program ‘Jumat Sehati’ ini dalam bentuk Ibadah Oikumene bagi umat Nasrani dan Tausiah bagi umat Muslim,” ujar Herold.

Lebih lanjut, Herold menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara bergiliran setiap bulan pada Jumat minggu pertama. Jika bulan ini dilaksanakan ibadah syukur kristiani, maka bulan berikutnya akan dilaksanakan Tausiah bagi staf yang beragama Islam. Hal ini dilakukan untuk memastikan asupan rohani bagi seluruh pegawai terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.

Satu hal yang unik dan patut dicontoh dari penerapan program ini di Bawaslu Kepulauan Yapen adalah semangat toleransinya. Herold mewajibkan seluruh Pimpinan dan Staf, baik yang beragama Nasrani maupun Muslim, untuk menghadiri kedua jenis kegiatan tersebut (Ibadah maupun Tausiah).

“Dalam membangun mental spiritual dan memupuk rasa toleransi antarumat beragama di lingkungan kerja, kedua kegiatan ini wajib dihadiri oleh seluruh pimpinan dan staf tanpa terkecuali. Kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, di mana kita saling menghormati keyakinan satu sama lain. Kehadiran bersama ini adalah simbol bahwa Bawaslu Yapen adalah keluarga besar yang solid dan harmonis,” tambah Herold.

Program “Jumat Sehati” tidak hanya berhenti pada aspek spiritual. Bawaslu Yapen juga menjadwalkan kegiatan olahraga bersama yang dilaksanakan pada hari Jumat minggu terakhir setiap bulannya. Kegiatan ini merupakan satu kesatuan dengan program “Jumpa Berlian” untuk memastikan lingkungan kerja tetap bersih dan raga para staf tetap bugar.

“Kami menyadari bahwa tugas pengawasan ke depan akan semakin berat. Oleh karena itu, kesehatan jasmani melalui olahraga dan kesehatan lingkungan melalui Jumpa Berlian harus berjalan beriringan dengan kekuatan spiritual. Jika mentalnya sehat dan fisiknya kuat, maka kinerja pengawasan pun akan maksimal,” tegas Herold.

Kegiatan pembinaan mental spiritual ini diikuti dengan antusias oleh Ketua, Anggota, Pejabat Struktural, serta seluruh Staf Sekretariat di lingkungan Bawaslu Kabupaten Kepulauan Yapen. Kehadiran lengkap seluruh personel menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa keberhasilan lembaga pengawas pemilu tidak hanya diukur dari angka-angka teknis pengawasan, tetapi juga dari kualitas moral para personelnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Kepulauan Yapen berharap dapat terus menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat, yang bekerja di bawah naungan nilai-nilai ketuhanan, menjunjung tinggi toleransi, dan konsisten menjadi “pelaku” dari setiap aturan demi terciptanya demokrasi yang bersih di tanah Yapen.

Penulis & Editor: humas
Foto: Arpendi